Cetak ini Page

Sambutan Dekan

Arief MufrainiSalah satu tantangan sarjana muslim Indonesia adalah memperkenalkan Islam Indonesia ke kancah dunia. Isu internasionalisasi Islam Indonesia ini kini semakin gencar dibicarakan terutama oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam Indonesia baik yang di bawah Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), seperti UIN pasti tidak akan lepas dari tugas untuk menjawab tantangan tersebut. UIN bahkan harus menjadi garda depan (avant garde) pengusung gagasan-gagasan Islam Indonesia ke kancah internasional. Mahasiswa-mahasiswa dan alumni-alumni perguruan tinggi Islam harus bisa menjadi perwakilan Indonesia di luar negeri sebagai jendela Indonesia yang sangat menentukan dalam membangun citra Indonesia dan masyarakatnya. Sarjana-sarjana Islam Indonesia bisa menjadi produsen atau trendsetter keberagamaan dan intelektualisme alternatif bagi komunitas Muslim dunia. Kita sudah memiliki modalitas tersebut.

204 juta muslim di Indonesia merupakan angka yang semestinya cukup signifikan untuk menggerakkan pendulum peradaban Islam dunia. Selain itu, tradisi kesarjanaan Indonesia  pernah membentuk diskursus keislaman tingkat dunia. Islam di negeri ini pernah melahirkan ulama berkaliber internasional, seperti Imam Nawawi al-Bantani dan Mahfudz al-Tirmisi, yang karyanya beredar di belahan dunia lain. Khazanah pemikiran keagamaan di Indonesia juga telah melahirkan Begawan-cum-ilmuwan kontemporer seperti Bung Hatta, Nurcholish Madjid (Cak Nur) dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ini merupakan modal besar bagi kita untuk membangun peradaban Islam Indonesia.

Dalam kerangka itulah, FEB sebagai ujung tombak pembangun peradaban dan intelektualisme ekonomi Islam Indonesia, akan senantiasa menjawab tantangan zaman dan melahirkan sarjana-sarjana yang memiliki piety, integrity dan knowledge untuk menjadi sosok insane yang memiliki kualitas profesionalisme Islami dalam berkontribusi menumbuhkan perekonomian Indonesia baik yang bersifat lokal maupun nasional. Serta mampu mengantarkan wacana ekonomi Islam Indonesia ke tingkat Internasional. The last but not least, profil ini mudah-mudah merefleksikan cita-cita agung tersebut.  Semoga

Tautan permanen menuju artikel ini: http://feb.uinjkt.ac.id/?page_id=104&lang=id