Cetak ini Page

Sejarah Singkat

Lahirnya FEB tidak lepas dari program konversi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 031 tanggal 20 Mei 2002, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi berubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peresmiannya dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 8 Juni 2002 bersamaan dengan upacara Dies Natalis ke-45 dan Lustrum ke-9 serta pemancangan tiang pertama pembangunan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui dana Islamic Development Bank (IDB).

Perubahan dari IAIN menjadi UIN diiringi pula dengan penambahan-penambahan Fakultas Umum sebagai bentuk integrasi keilmuan dan penghilangan dikotomi ilmu umum dan ilmu agama. Prodi-prodi di bawah program konversi tersebut pada akhirnya diwadahi dalam Fakultas. Prodi Akuntansi dan Manajemen diwadahi di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS).

Pada awal pendiriannya, FEIS memiliki dua Program Studi, yakni Akuntansi dan Manajemen. FEIS  melakukan pengembangan seperti membuat program Kelas Internasional (Akuntansi dan Manajemen) pada tahun 2004 bekerjasama dengan Internasional Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universiti Utara Malayasia (UUM). Kerjasama tersebut berupa pemberian ijazah double degree.

Setahun kemudian, 2005, berdirilah dua prodi, yakni prodi Hubungan Internasional (HI) dan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP)—berdasarkan SK Mendiknas Nomor 2130/D/T/2006 dan program Non-Reguler (Akuntansi, Manajemen dan IESP) pada tahun 2003. Pada Maret 2005 dilakukan akreditasi Prodi Manajemen dan Akuntansi. Manajemen memperoleh akreditasi “A” sesuai dengan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 026/BAN/PT/ak-IX/ S1/I/2006. Sedangkan Akuntansi terakreditasi “B” sesuai dengan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 028/BAN/PT/ak-IX/S1/I/2006.

Dengan berdirinya Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (FISIP) TA 2009/2010, program studi HI—yang  awalnya berada di FEIS—resmi dipindahkan ke FISIP. Seiring pindahnya HI ke FISIP dan juga demi perkembangan Fakultas, FEIS mengusulkan perubahan nama menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Perubahan nama tersebut disesuaikan dengan perkembangan akademik dan tuntutan pasar serta prospek pengelolaan fakultas ke depan. Hal ini juga sesuai dengan prodi-prodi yang dimiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yaitu Prodi Akuntansi (Reguler dan Kelas Internasional), Prodi Manajemen (Reguler dan Kelas Internasional) dan Prodi Ilmu Ekonomi  dan Studi Pembangunan / IESP  (Reguler).

Dari tahun ke tahun, FEB telah mengalami perkembangan, baik dari sisi jumlah mahasiswanya, fasilitas, kualitas lulusan dan kualitas pelayanan. Dilihat dari total jumlah keseluruhan, baik yang sudah lulus maupun yang masih aktif, jumlah mahasiswa FEB mencapai  5000-an. Dalam beberapa tahun akademik, FEB pernah membuka empat kelas untuk setiap program studi (Manajemen, Akuntansi dan IESP). Tahun 2010, FEB membatasi jumlah penerimaaan mahasiswa baru. Konsekuensinya masing-masing jurusan hanya membuka dua kelas saja. Tidak hanya itu, sejak tahun 2009, program non-Reguler (untuk jurusan Akuntansi, Manajemen dan IESP) sudah tidak membuka lagi penerimaan mahasiswa baru. Dan sekarang sedang menghabiskan mahasiswa angkatan yang sudah ada. Fasilitas pendukung kegiatan akademis yang diciptakan di antaranya adalah fasilitas hotspot yang memberikan kemudahan dalam akses internet bagi mahasiswa dan dosen; Bank Mini sebagai sarana pendukung praktikum perbankan; Pojok Bursa dan Pasar Modal yang memberikan informasi tentang perkembangan investasi keuangan dan pasar modal; Carrier Office sebagi pusat informasi dunia kerja, atau magang; Website Fakultas sebagai pusat pelayanan informasi dan data dan Lembaga Pengembangan Ekonomi Syariah. Perkembangan akademik lainnya adalah akan dibukanya Program Magister, baik itu Magister Akuntansi (MAKSI), Magister Ilmu Manajemen (MIM), dan Magister Ekonomi yang saat ini dalam proses pengurusan SK.

Dari sisi kualitas lulusan atau alumni dapat dilihat dari nilai rata-rata IPK lulusan dengan nilai memuaskan (3,00-3,70). Semakin meningkatnya jumlah alumni FEB yang melanjutkan S2 baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sebuah survey—yang telah dilakukan salah satu dosen FEB pada tahun 2009—menyatakan bahwa 79.3 persen alumni FEB berminat melanjutkan studi S2. Untuk di dalam negeri seperti di UI, UGM, UNPAD, Universitas Trisaksi, dan universitas lainnya. Untuk di luar negeri seperti di Malaysia, Australia, Rusia. Program-program lain untuk peningkatan kualitas yang dilakukan seperti membangun kerjasama dengan universitas lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam bentuk perogram double degree dan student exchange ke Australia (2005), Tari Saman ke Singapura (2010), Summer School (10 Mahasiswa Kelas Internasional) ke Jerman (2011) dan pengiriman pemain footsal mahasiswi ke Amerika (2010).

Dilihat dari akseptabilitasnya di dunia kerja, 50 persen alumni FEB setelah lulus atau menyelesaikan kuliah memperoleh pekerjaan. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan adalah 0-1 tahun. Hampir di semua kementrian di Indonesia dan kantor-kantor dinas lainnya sudah ada lulusan dari FEB, terutama untuk posisi accounting, seperti Kementerian Agama, Kementerian Keuangan, Kementerian HAM, dan lain-lain.

Bahkan juga telah banyak alumni FEB yang bekerja di berbagai bank utama di Indonesia seperti BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat dan lain-lain. Dilihat dari kreativitasnya dalam membuka peluang kerja, telah banyak dilahirkan entrepreneur muda yang dilahirkan melalui inkubator bisnis yang bekerjasama dengan berbagai pihak luar seperti Bank Mandiri dalam membantu upaya terciptanya wirausahawan dari kalangan mahasiswa dan alumni FEB. Bahkan telah ada alumni FEB yang sudah go internasional dengan produknya, seperti javacappucino.

Dari sisi pelayanan, FEB berusaha menjadikan mahasiswa sebagai stakeholder utama, yang harus dilayani secara prima. Perwujudan pelayanan prima itu berupa pelayanan satu pintu (one stop service). Saat ini sudah dimulai penciptaan website individu dosen untuk memudahkan informasi dan proses komunikasi pembelajaran yang interaktif antar dosen dan mahasiswa.

Pada tahun 2011-2012,  tiga program studi  di FEB melakukan akreditasi untuk kedua kalinya. Hasilnya, program studi manajemen—berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor: 018//BAN-PT/Ak-SURV-III/S1/XII/2011 tertanggal 22 Desember 2011—mendapatkan nilai  “A” (361) yang berlaku sampai 28 Juli 2016.

Prodi Akuntansi—berdasarkan Surat Keputusan BAN PT nomor 008/BAN-PT/Ak-XIV/VI/2011–mendapatkan nilai “B” (347) berlaku sampai 23 Juni 2016. Sedangkan Profi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan—berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor:023/BAN-PT/Ak-SURV-III/S1/III/2012, tertanggal 16 Maret 2012—mendapatkan nilai “A” (365), berlaku sampai 28 Juli 2016.

Perkembangan selanjutnya adalah pada tahun 2012, FEB resmi membuka dua program studi baru, yakni Program Studi Perbankan Syariah dan Program Studi Ekonomi Syariah berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1119 Tahun 2012. Program Studi ini diselenggarakan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 36 Tahun 2009 tentang Penetapan Pembidangan Ilmu dan Gelar Akademik di Lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam. Untuk angkatan pertama, FEB membuka satu kelas untuk masing-masing prodi baru. Dua prodi baru ini diselenggarakan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan perbankan syariah, keuangan syariah dan ekonomi syariah di Indonesia. Jadi sampai sekarang FEB telah memiliki lima program studi: Manajemen (program regular dan kelas internasional), Akuntansi (program regular dan kelas internasional), Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Perbankan Syariah, dan Ekonomi Syariah.

Sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan standard pelayanan akademik, FEB telah berusaha mengikuti sertifikasi ISO 2008:9001 dan Alhamdulillah, FEB resmi mendapatkan sertifikat tersebut pada awal tahun 2013.

Tautan permanen menuju artikel ini: http://feb.uinjkt.ac.id/?page_id=5&lang=id