Menembus 30 Besar Dunia: Refleksi Capaian Global UIN Jakarta dan Peran Strategis FEB
Menembus 30 Besar Dunia: Refleksi Capaian Global UIN Jakarta dan Peran Strategis FEB

Oleh: Ady Cahyadi 
Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 

Dunia pendidikan tinggi Indonesia baru saja menerima kabar membanggakan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil mencatatkan sejarah dengan menembus peringkat 29 dunia untuk kategori Theology, Divinity & Religious Studies versi QS World University Rankings (WUR) pada akhir Maret 2026 lalu. Lonjakan prestisius ini tidak hanya menempatkan UIN Jakarta sebagai pemimpin di level nasional, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat studi Islam moderat yang diperhitungkan dunia.

Capaian ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia adalah buah dari konsistensi transformasi kelembagaan yang panjang. Jika selama ini studi agama sering dipandang secara tradisional, masuknya UIN Jakarta ke jajaran elit global membuktikan bahwa integrasi ilmu—pertemuan antara wahyu dan sains—telah berjalan pada jalur yang tepat.

Rekontekstualisasi Teologi dalam Arus Modern
Peringkat 29 dunia pada subjek Teologi mencerminkan pengakuan internasional terhadap kedalaman akademik dan reputasi riset di UIN Jakarta. Namun, yang menarik untuk dicermati adalah bagaimana disiplin ilmu "non-agama" di lingkungan universitas, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), turut memberi sumbangsih signifikan terhadap ekosistem yang mengangkat peringkat tersebut.

Salah satu kunci utama dalam metodologi QS WUR adalah sitasi riset dan reputasi akademik. Dalam konteks ini, FEB UIN Jakarta di bawah kepemimpinan Dekan Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat pilar riset universitas.

Komitmen "One Doctor, One Year, One Scopus"
Dekan FEB menegaskan bahwa kontribusi fakultas tidak boleh hanya berhenti pada pengajaran di kelas, melainkan harus mewujud dalam produk intelektual yang diakui dunia. Melalui program kerja unggulan "One Doctor, One Year, One Scopus", FEB berkomitmen memastikan setiap dosen bergelar doktor mempublikasikan setidaknya satu riset di jurnal internasional bereputasi (Scopus) setiap tahunnya dengan dukungan dana/anggaran APC (article publication charge) dari fakultas.

Program ini bukan sekadar mengejar angka publikasi. Ini adalah upaya sistematis untuk membumikan teologi melalui koridor ekonomi. Kajian mengenai Manajemen Keuangan Syariah, Islamic Fintech, hingga filantropi Islam (Zakat, Wakaf atau crowdfunding lainnya) tidak lagi hanya menjadi bahasan fikih klasik, melainkan bertransformasi menjadi solusi saintifik bagi tantangan ekonomi global. Dengan peningkatan volume dan kualitas riset dari FEB, skor sitasi UIN Jakarta secara keseluruhan ikut terdongkrak, yang menjadi salah satu faktor penentu kenaikan peringkat QS WUR.

Sinergi Lintas Disiplin dan Jejaring Global
Keberhasilan ini memberikan pelajaran berharga: peringkat dunia adalah muara dari sebuah proses integrasi yang solid. FEB tidak berdiri sebagai fakultas ekonomi murni, melainkan sebagai entitas yang membawa DNA teologi ke dalam praktik bisnis modern. Ketika kurikulum ekonomi diintegrasikan dengan etika syariah yang mendalam dan didukung oleh budaya riset yang kuat, hasilnya adalah sebuah keunggulan kompetitif yang unik.

Selain riset, FEB juga memperkuat Employer Reputation universitas. Lulusan yang berkarier di institusi keuangan global dan lembaga audit internasional membawa citra UIN Jakarta sebagai kampus yang profesional namun tetap memegang teguh nilai moral. Hal ini memperkuat persepsi dunia bahwa pengajaran teologi di UIN Jakarta bersifat aplikatif dan relevan.

Menatap Masa Depan
UIN Jakarta telah membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam mampu bersaing di level tertinggi tanpa kehilangan jati dirinya. Dengan kolaborasi yang solid antar-fakultas—di mana fakultas agama memperkuat fondasi nilai dan fakultas seperti FEB memperluas jangkauan implementasi melalui riset-riset berstandar internasional—target untuk tetap berada di jajaran World Class University bukan lagi sekadar mimpi.

Capaian peringkat 29 dunia ini adalah momentum untuk terus berinovasi. Melalui komitmen seperti program "One Doctor, One Year, One Scopus", pesan-pesan teologi yang progresif dan solusi ekonomi yang berkeadilan dari Ciputat diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia.

Tag :