Dalam rangka melakukan penyiapan generasi muda menuju visi Indonesia Tahun 2045, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan pembinaan kegiatan mahasiswa yang diberi nama Tafakur 2021. Kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Tahun 2021. Kegiatan Tafakur pada tahun 2021 ini mengangkat tema mengenai “Kepemimpinan Transformatif di Era Digital 5.0. dalam Menuju Visi Indonesia Tahun 2045”.

Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Mayjen TNI Rudianto (Pangdam IV Diponegoro) dan Cak Nanto (Komisaris Utama PT Istaka Karya (Persero)/Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah). Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Ketua DEMA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Arifuddin Noor Zaky. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Amilin, SE, Ak, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia telah menyiapkan Visi Indonesia 2045. Pada Visi Indonesia 2045 diharapkan pada 100 tahun kemerdekaannya, Indonesia mampu menjadi negara maju dan masuk sebagai kekuatan ekonomi lima besar dunia dengan kualitas manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam rangka mencapai Visi Indonesia 2045 tersebut, tentu kita harus sudah mulai mempersiapkan kader-kader pemimpin bangsa untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ke depan.

Pada paparan kuncinya Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis, MA yang diwakilkan kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Arief Subhan menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru tahun 2021. Mahasiswa merupakan para calon pemimpin bangsa yang diharapkan dapat meningkatkan harkat dan martabat Indonesia di tahun 2045. Ada dua hal yang harus diraih oleh mahasiswa yaitu hal akademis sesuai bidang ilmu yang dipilih. Kemudian hal kedua ialah berkenaan dengan non-akademik, seperti mengikuti kegiatan kemahasiswaan baik organisasi maupun yang berkenaan dengan passion. Dua hal ini akan menjadi fondasi dasar dalam menyiapkan kader pemimpin bangsa menuju Indonesia Emas Tahun 2045.

Memasuki acara inti, narasumber pertama yaitu Mayjen TNI Rudianto yang saat ini menjabat sebagai Pangdam IV Diponegoro. Mayjen TNI Rudianto merupakan lulusan Akademi Militer Tahun 1989. Dalam paparannya, Mayjen TNI Rudianto menyampaikan bahwa kepemimpinan transformatif adalah seorang pemimpin yang dapat mengubah situasi, mengubah apa yang biasa dilakukan, berbicara tujuan yang luhur untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditentukan. Kepemimpinan transformatif merupakan hal yang penting untuk mencapai Visi Indonesia 2045. Visi Indonesia 2045 dibangun dengan 4 pilar pembangunan yaitu: (1) Pembangunan SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi; (2) Pembangunan ekonomi berkelanjutan; (3) Pemerataan pembangunan; (4) Ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan. Terdapat sembilan kemampuan yang harus dimiliki seorang di era digital dalam menuju Indonesia Emas 2045, yaitu: (a) Mentalitas dan karakter yang kuat; (b) Pribadi yang religius yang memiliki standar moral tinggi; (c) Jiwa nasionalisme yang kuat; (d) Kemampuan manajemen yang baik; (e) Cara berpikir logis, kritis, dan analis; (f) Visioner dan penuh kreativitas; (g) Teknik komunikasi yang baik; (h) Mampu memecahkan berbagai masalah; (i) Menguasai IPTEK.

Setelah sesi 1, paparan dilanjutkan oleh narasumber kedua yaitu Sunanto, SHI, MH (Komisaris Utama PT. Istaka Karya (Persero)). Cak Nanto begitu beliau biasa disapa dalam kesehariannya merupakan pula Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah untuk bertransformasi menjadi Negara Maju saat berusia 100 tahun pada 2045. Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berkomitmen menerapkan pembangunan berorientasi inovasi sains dan teknologi yang terintegrasi dalam upaya untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Prasyarat menuju kemajuan Indonesia itu kontekstual dengan disrupsi digital, sehingga kepemimpinan ke depan harus ulet serta memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perubahan.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Secara umum, kegiatan ini berjalan lancar dan semoga dapat memberikan pencerahan kepada seluruh mahasiswa baru Tahun 2021. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan aktif seluruh Panitia Pelaksana dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis.