Akselerasi Mutu Kelembagaan, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Konsinyering Penguatan Akademik Bersama Direktur MBA UGM
Akselerasi Mutu Kelembagaan, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gelar Konsinyering Penguatan Akademik Bersama Direktur MBA UGM

BOGOR, 21 MEI 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan konsinyering intensif guna memantapkan penguatan akademik dan tata kelola kelembagaan. Acara yang berlangsung di Bogor ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Dekan FEB Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si, para Wakil Dekan, serta seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) di lingkungan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kegiatan konsinyering ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya sinergi, disiplin operasional, dan adaptasi terhadap standar global demi membawa program studi di FEB naik kelas, baik di kancah nasional maupun internasional. Kehadiran lengkap para Wakil Dekan serta unsur prodi menjadi bukti komitmen kuat fakultas untuk merumuskan langkah strategis ke depan secara komprehensif.

Untuk membedah strategi tata kelola pascasarjana dan fakultas bertaraf internasional, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menghadirkan pakar manajemen dan akademisi terkemuka, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., yang saat ini menjabat sebagai Board of Directors MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta.

Dalam sesi utamanya, Prof. Amin Wibowo membagikan potret jernih pemikiran strategis bertajuk "Pengelolaan Program Magister Manajemen: Pengalaman MBA (MM) FEB UGM sebagai Benchmark Strategis". Ia memaparkan rekam jejak panjang MM UGM sebagai program Magister Manajemen tertua di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1988, hingga berhasil menembus peringkat #1 di Indonesia dan #30 di Asia versi QS Global MBA Rankings 2026.

Prof. Amin menjabarkan kerangka tujuh pilar utama kelangsungan reputasi sekolah bisnis, yang meliputi otonomi operasional dalam tata kelola, kejelasan positioning, komitmen kepatuhan akreditasi internasional, bauran fakultas (akademisi-praktisi), selektivitas input mahasiswa, diversifikasi finansial, serta kekuatan ekosistem alumni.

"Akreditasi global seperti AACSB bukan sekadar piagam hiasan di tembok atau alat marketing. Ia merupakan sebuah disiplin operasional yang memaksa institusi untuk terus mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki kualitas mutunya secara berkelanjutan ," ujar Prof. Amin Wibowo di hadapan para peserta konsinyering.

Melalui kegiatan konsinyering ini, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memetik pelajaran berharga (key lessons) dari kesuksesan tata kelola berafiliasi global, sekaligus merumuskan diferensiasi inti dan memperkuat ekosistem kurikulum yang tangguh menghadapi tantangan disrupsi digital ke depan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian visi fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan bereputasi internasional. (AC)

Tag :