APSEII Gelar International Community Service di Jatirejo Semarang, Angkat Potensi Halal Tourism Berbasis Local Heritage
APSEII Gelar International Community Service di Jatirejo Semarang, Angkat Potensi Halal Tourism Berbasis Local Heritage

Semarang, 8 September 2026 — Asosiasi Program Studi Ekonomi Islam Indonesia (APSEII) menggelar kegiatan International Community Service bertajuk “Understanding Halal Tourism Through Local Heritage” di Desa Wisata Jatirejo, Gunungpati, Semarang, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Sidang Pleno APSEII yang di-host oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kegiatan diikuti sekitar 56 peserta, yang terdiri atas ketua program studi dan perwakilan Program Studi Ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pemilihan Jatirejo sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada potensi lokal yang dimiliki masyarakat, khususnya dalam pengembangan desa wisata, UMKM, budaya, dan kearifan lokal. Jatirejo sendiri dikenal sebagai desa wisata yang mengembangkan berbagai atraksi berbasis potensi masyarakat, termasuk produk lokal dan wisata edukasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa/Lurah Jatirejo menyampaikan bahwa Jatirejo merupakan salah satu desa yang menjadi rujukan dan tempat pembelajaran bagi pengembangan desa di tingkat nasional, serta menyebut Jatirejo sebagai desa terbaik di Jawa Tengah.
Ketua Program Studi Ekonomi Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Rama, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Kegiatan PKM ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk meningkatkan keterlibatan civitas akademika dengan masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui kegiatan akademik, tetapi juga perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama dengan pelaku UMKM dan usaha kecil dan menengah.”
Menurut Ali Rama, tema “Understanding Halal Tourism Through Local Heritage” sangat relevan karena pengembangan pariwisata halal tidak hanya berkaitan dengan aspek layanan halal, tetapi juga bagaimana budaya, kearifan lokal, UMKM, dan potensi ekonomi masyarakat dapat menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jatirejo memberikan pembelajaran penting bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ini menjadi ruang yang sangat baik bagi program studi ekonomi Islam untuk menghubungkan teori, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.”
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara APSEII, perguruan tinggi, pemerintah daerah, pengelola desa wisata, dan masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan model pariwisata halal yang berbasis pada local heritage, pemberdayaan UMKM, dan keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, APSEII menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan tinggi ekonomi Islam tidak hanya unggul dalam pengembangan keilmuan, tetapi juga hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.(ar)