Dosen dan Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah UIN Jakarta Kunjungi MÜİSEF Marmara University di Istanbul, Türkiye
Dosen dan Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah UIN Jakarta Kunjungi MÜİSEF Marmara University di Istanbul, Türkiye

ISTANBUL, Türkiye - Jumat, 30 Oktober 2026 – Dosen dan mahasiswa Magister Ekonomi Syariah (MES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kunjungan akademik dalam rangka kegiatan MBKM Internasional ke Institut Ekonomi dan Keuangan Islam Marmara University (Marmara University Institute of Islamic Economics and Finance atau MÜİSEF).
Kegiatan yang berlangsung di gedung institut, Kampus Göztepe, ini diikuti 10 mahasiswa dari jenjang S1, S2, dan S3, termasuk empat mahasiswa MES, serta delapan dosen. Empat mahasiswa MES turut serta di samping mahasiswa dari program dan fakultas lain. Rombongan disambut jajaran pimpinan dan dosen MÜİSEF, di antaranya Direktur Institut Prof. Dr. Ertuğrul Boynukalın, Wakil Direktur Prof. Dr. Şakir Görmüş, Prof. Dr. Saim Kayadibi, dan Asst. Prof. Dr. Amal Essayem.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjajaki kerja sama akademik antara FEB UIN Jakarta dan MÜİSEF, mulai dari kuliah tamu hingga mobilitas mahasiswa internasional.
 
Sambutan dan Paparan Tuan Rumah
Pihak MÜİSEF menyambut rombongan dan menyatakan keterbukaan terhadap pertukaran mahasiswa serta akademisi, baik untuk jangka pendek maupun panjang. Tuan rumah juga mengundang dosen dan mahasiswa untuk mengirimkan naskah ke jurnal institut.
mbkm2 1
Suasana pertemuan dosen dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama jajaran MÜİSEF Marmara University di ruang pertemuan institut, Istanbul. 

Peran Mahasiswa dan Dosen MES
Para mahasiswa/wi MES memperkenalkan diri beserta latar belakang akademiknya, sementara dosen menyampaikan tujuan kunjungan dan usulan kerja sama. Usulan tersebut meliputi kelas daring bersama, program sandwich (satu tahun di Indonesia dan satu tahun atau satu semester di Marmara), riset bersama, serta pendampingan untuk program doktoral. Dosen juga menyampaikan bahwa konferensi keuangan Islam ASEAN yang melibatkan tujuh universitas, sepekan sebelumnya, melahirkan gagasan pengembangan studi kasus.
mbkm mes 
Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama mahasiswa/wi magister ekonomi syariah peserta kegiatan MBKM Internasional di depan papan nama Institut Ekonomi dan Keuangan Islam (İslam Ekonomisi ve Finansı Enstitüsü) Marmara University. (Dok. pribadi)

Mengenal Marmara University dan MÜİSEF
Marmara University berakar pada Hamidiye Commercial High School yang didirikan pada masa Utsmani tahun 1883, dan kini memiliki lebih dari 80.000 mahasiswa. MÜİSEF berdiri pada 17 April 2019 berdasarkan keputusan presiden Türkiye dan merupakan institut pertama di negara itu yang khusus mengkaji ekonomi dan keuangan Islam. Institut ini didirikan bersama Kantor Keuangan Kepresidenan Türkiye dan menyelenggarakan program magister dalam bahasa Turki, Inggris, dan Arab, dengan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Penjajakan Kerja Sama
Kedua pihak membahas penyusunan nota kesepahaman (MOU) dan skema Erasmus. Draf MOU dari FEB UIN Jakarta akan ditelaah MÜİSEF, lalu diteruskan melalui kantor hubungan internasional ke rektorat untuk disesuaikan dengan aturan internal Marmara. MÜİSEF memiliki templat siap pakai dan penandatanganan secara daring dimungkinkan. Karena MOU berlaku lima tahun dan tidak otomatis menyediakan dana mobilitas, Erasmus diusulkan sebagai jalur termudah untuk mobilitas mahasiswa dan dosen.
Tuan rumah juga mengusulkan penyusunan buku atau kumpulan studi kasus keuangan sosial Islam di Indonesia, serta penjajakan forum kajian bersama regulator, akademisi, dan praktisi dengan target 2027. Langkah ini diharapkan membuka jalan bagi kolaborasi akademik yang lebih luas dan berkelanjutan antara kedua lembaga.
mbkm2 2
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si., menyerahkan cenderamata kepada Direktur MÜİSEF, Prof. Dr. Ertuğrul Boynukalın, didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Asyari Hasan, M.Ag., CM, dan Prof. Dr. Saim Kayadibi, Profesor di MÜİSEF. (mes)