Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FEB 2026
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FEB 2026

Jakarta, 28 Agustus 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FEB 2026 pada Jumat (28/08/2026). Bertempat di lingkungan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kegiatan ini menjadi momentum penyambutan sekaligus pembekalan awal bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, S.E., M.Si., Ak., CA.

Selanjutnya, mahasiswa baru mendapatkan Keynote Session Speech dari Rofyanto Kurniawan, S.T., M.B.A., Ph.D. selaku perwakilan Kementerian Keuangan. Sesi tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru mengenai isu-isu strategis perekonomian dan pengelolaan keuangan negara.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan Keynote Session Speech oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. Suhartoyo, S.H., M.H. Dalam kesempatan tersebut, Yang Mulia Ketua MK RI memberikan pemahaman mengenai pentingnya kesadaran konstitusional bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa FEB yang nantinya akan berkecimpung dalam bidang ekonomi dan pembangunan.

pbak III

Yang Mulia Ketua MK RI menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari prinsip keadilan. Menurutnya, berbagai instrumen pembangunan harus tetap menjunjung hak dan rasa keadilan masyarakat.

“Sebagai mahasiswa FEB yang nanti dalam kesehariannya bergelut dengan teori-teori ekonomi, tidak bisa dilepaskan dari MK karena keberhasilan pembangunan, keberhasilan kesejahteraan bangsa Indonesia dapat terwujud jika instrumen untuk mencapai kesejahteraan itu tidak mencederai rasa keadilan masyarakat.”

Dalam pemaparannya, Yang Mulia Ketua MK RI juga mengajak mahasiswa baru untuk tidak takut bersikap kritis terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan konstitusi dan hak warga negara.

“Adik-adik tidak perlu takut. Karena apa, karena yang diperjuangkan adalah kepentingan bangsa dan negara, kepentingan seluruh warga negara, warga masyarakat.”

Usai menyampaikan keynote speech, Yang Mulia Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. Suhartoyo, S.H., M.H., secara simbolis membuka PBAK FEB 2026 melalui pemukulan gong. Prosesi tersebut menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian PBAK FEB 2026 dan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Yang Mulia Ketua MK RI.

pembukaan pbak II

Setelah prosesi pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana PBAK FEB 2026, Taufiqunaufal Annabil, dan sambutan Ketua DEMA FEB, Erma Safitri. Mahasiswa baru kemudian memperoleh wawasan mengenai FEB yang disampaikan oleh jajaran Wakil Dekan, mencakup budaya akademik, administrasi, sarana dan prasarana, kemahasiswaan, alumni, serta kerja sama.

pbak IV

PBAK FEB 2026 juga menghadirkan sejumlah materi yang relevan dengan bidang ekonomi dan perkembangan masyarakat, di antaranya literasi keuangan dan kebanksentralan, literasi keuangan syariah, serta environmental economics dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui PBAK FEB 2026, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berupaya membekali mahasiswa baru dengan wawasan akademik, ekonomi, kebangsaan, dan konstitusional sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus bagian dari masyarakat.(ah)

Tag :