FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Hadiri Seminar Nasional & Pertemuan Tahunan XI APSEPI di UGM Yogyakarta: Dorong Kurikulum Ekonomi Berbasis OBE dan Berdaya Saing Global
FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Hadiri Seminar Nasional & Pertemuan Tahunan XI APSEPI di UGM Yogyakarta: Dorong Kurikulum Ekonomi Berbasis OBE dan Berdaya Saing Global

YOGYAKARTA, 9 Juli 2026 – Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menegaskan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional dengan menghadiri Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan ke-XI Perkumpulan Pengelola Program Studi Ekonomi (APSEPI). Acara bergengsi yang mempertemukan para pengelola program studi ekonomi se-Indonesia ini secara resmi dibuka hari ini di Gedung Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Yogyakarta, dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 11 Juli 2026.

Dalam kesempatan strategis ini, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diwakili secara langsung oleh Rr Tini Anggraeni, S.T., M.Si., selaku Sekretaris Program Studi Ekonomi Pembangunan. Kehadiran beliau merupakan representasi aktif universitas dalam merumuskan arah masa depan pendidikan tinggi ilmu ekonomi di Indonesia, khususnya dalam merespons dinamika perekonomian global yang terus berubah dinamis.

Pertemuan Tahunan XI APSEPI tahun ini mengusung tema besar "Membangun Program Studi Ekonomi dalam Menghasilkan Lulusan yang Mandiri dan Berdaya Saing Global". Acara hari pertama ini menjadi sangat istimewa dengan hadirnya Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009–2014, Prof. Dr. Boediono, sebagai pembicara utama (Keynote Speaker). Dalam paparannya, Prof. Boediono menekankan krusialnya penguatan tata kelola program studi ekonomi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemandirian serta ketahanan tinggi di pasar kerja global.

Selain Sesi Utama, agenda hari pertama juga diisi dengan pembekalan materi intensif mengenai implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang disampaikan oleh Prof. BM. Purwanto, Ph.D. dari UGM. Sistem kurikulum OBE ini menjadi fokus utama pembahasan guna menyelaraskan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan standar internasional serta kebutuhan riil dunia usaha dan industri terkini.

"Keikutsertaan FEB UIN Jakarta dalam forum nasional APSEPI ke-XI di UGM ini sangat krusial. Kami berkomitmen untuk menyerap, menyelaraskan, dan menerapkan standar minimum profil lulusan serta rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis OBE yang disepakati bersama secara nasional. Langkah ini penting agar lulusan Ekonomi Pembangunan UIN Jakarta memiliki keunggulan kompetitif yang kokoh serta mampu bersaing di tingkat global dengan tetap membawa nilai-nilai integrasi keilmuan yang kuat," ujar Rr Tini Anggraeni di sela-sela kegiatan parallel discussion di FEB UGM.

Pada sesi diskusi paralel yang berlangsung di ruang kelas FEB UGM, delegasi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut aktif memberikan kontribusi pemikiran substantif, khususnya terkait dengan sub-tema "Penguatan Tata Pamong dan Tata Kelola Program Studi Ekonomi". Forum ini juga dimanfaatkan untuk memperluas jalinan kerja sama akademik melalui penjajakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antargelar program studi se-Indonesia guna penguatan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Rangkaian kegiatan APSEPI XI ini direncanakan akan dilanjutkan esok hari dengan agenda pembekalan materi untuk mata kuliah inti ilmu ekonomi (Mikroekonomi, Makroekonomi, dan Ekonometrika/Kuantitatif) yang dipandu oleh para pakar dari UGM dan Universitas Indonesia (UI), serta akan diakhiri dengan Sidang Pleno penetapan keputusan bersama seluruh anggota APSEPI se-Indonesia. (AC)

WhatsApp Image 2026-07-09 at 09.

Tentang Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta:

Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen melahirkan sarjana ekonomi yang profesional, berintegritas, serta mampu mengintegrasikan ilmu ekonomi murni dengan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.