Gagas Model Portofolio Syariah 60-30-10, Prof. Dr. Ibnu Khajar Paparkan Strategi Pengelolaan Remitansi untuk Ibu Lanjut Usia di AICIF ke-14
Gagas Model Portofolio Syariah 60-30-10, Prof. Dr. Ibnu Khajar Paparkan Strategi Pengelolaan Remitansi untuk Ibu Lanjut Usia di AICIF ke-14

SERPONG, 14 OKTOBER 2026 — Rangkaian kegiatan 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) 2026 yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Serpong diwarnai oleh paparan inspiratif dari para akademisi terkemuka. Dalam Sesi Diskusi Panel (Panel Discussion I), Prof. Dr. Ibnu Khajar, S.E., M.Si. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mempresentasikan inovasi keuangan Islam bertajuk "From Remittance to Barakah: A 60-30-10 Sharia Portfolio Model for Empty Nesting Mothers (Age 55–70)" di hadapan ratusan peserta AICIF dari berbagai negara.

Dalam paparannya, Prof. Ibnu Khajar menyoroti fenomena sosial-ekonomi yang dialami oleh para ibu lanjut usia (usia 55–70 tahun) di pedesaan yang ditinggal anak-anak mereka bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (TKI) di luar negeri seperti Malaysia dan Hong Kong (empty nesting mothers).

Poin-Poin Penting Paparan Prof. Dr. Ibnu Khajar

  1. Realitas Ekonomi dan Literasi Keuangan Syariah yang Rendah
    • Para ibu lanjut usia di pedesaan rutin menerima kiriman uang (remitansi) berkisar Rp 5–10 juta per bulan dari anak-anak mereka yang bekerja di luar negeri.
    • Namun, tingkat literasi keuangan Syariah pada kelompok ini masih sangat rendah, yakni hanya 12,8%. Kondisi ini berisiko membuat dana remitansi tidak dikelola secara produktif, aman, atau sesuai prinsip Syariah.
  2. Model Portofolio Syariah 60-30-10: From Remittance to Barakah

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan remitansi agar memberikan keamanan keuangan dan keberkahan, Prof. Ibnu Khajar menggagas model alokasi portofolio 60-30-10 (contoh simulasi dari remitansi Rp 10.000.000):

  • 60% Keamanan (Security - Rp 6.000.000): Dialokasikan ke instrumen tabungan berisiko rendah dan aman, seperti Tabungan & Tabungan Emas/Gold Wadi'ah berbasis Syariah.
  • 30% Pertumbuhan (Growth - Rp 3.000.000): Dialokasikan ke investasi Syariah yang memberikan imbal hasil stabil, seperti Sukuk Ritel (ORI/SR) dengan potensi return berkisar 6,3% per tahun.
  • 10% Keberkahan/Kesejahteraan (Well-Being - Rp 1.000.000): Dialokasikan untuk Wakaf Produktif dan Sedekah Berkelanjutan guna mendukung kesejahteraan sosial dan spiritual.
  1. Tiga Investasi Sederhana untuk Kesejahteraan Hidup (Well-Being)

Prof. Ibnu Khajar menawarkan 3 bentuk investasi sederhana yang aman, halal, dan berdampak langsung bagi kebahagiaan para ibu di masa tua:

  • Tabungan Emas BSI: Mulai dari Rp 100 ribu/bulan sebagai tabungan masa depan bagi cucu.
  • Kebun Kecil & Peternakan Mini: Memelihara 5 ekor ayam dan menanam cabai di pot di sekitar rumah untuk memberi kesibukan harian yang produktif, menyehatkan, dan menghilangkan rasa kesepian.
  • Sedekah Jariyah & Wakaf Sumur: Berkontribusi pada wakaf sumur/air bersih untuk masjid dan masyarakat, sehingga pahalanya terus mengalir.
  1. Peta Jalan Pendampingan (Roadmap After Portfolio Training)

Implementasi model ini dirancang secara sistematis melalui 5 tahapan pendampingan masyarakat:

  • Bulan 1 (Practice): Pembukaan rekening Gold Wadi'ah dan pembelian Sukuk ORI secara bersama-sama di balai desa.
  • Bulan 2–3 (Monitor): Pembentukan WhatsApp Group "Ibu Berkah" serta kegiatan Arisan Emas.
  • Bulan 4 (Measure): Evaluasi tingkat literasi keuangan Syariah (ditargetkan meningkat dari 12,8% menjadi 65%) dan pengukuran tingkat kecemasan.
  • Bulan 5 (Story): Pengumpulan testimoni keberhasilan dari para ibu untuk inspirasi publik.
  • Bulan 5+ (Scale Up): Replikasi dan perluasan program ke desa-desa lainnya.

Tentang Konferensi AICIF 2026

ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) merupakan konferensi tahunan antar-universitas se-ASEAN yang mempertemukan para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk mendiskusikan inovasi dan keberlanjutan ekonomi Islam. AICIF ke-14 diselenggarakan oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE), serta didukung penuh oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), BSN, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aladin, dan Pegadaian Syariah. (AC)

Tag :