Perkuat Keamanan Siber Lintas Sektor, Dosen FEB UIN Jakarta Dr. Arisman Hadiri Kolaborasi Strategis BSSN dan Universitas Mataram
Mataram, 24 JUNI 2026 — Universitas Mataram (Unram) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi menggelar kegiatan kolaborasi berskala regional guna memperkuat kapabilitas keamanan siber lintas sektor di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya. Agenda strategis yang berlangsung pada tanggal 23–24 Juni 2026 ini diselenggarakan secara luring bertempat di Ruang Sidang Senat Universitas Mataram.
Dalam forum krusial tersebut, Dr. Arisman, yang merupakan Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus menjabat sebagai Direktur Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), hadir langsung sebagai salah satu tokoh penting sekaligus narasumber utama. Kehadiran beliau menegaskan peran aktif akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam merespons tantangan global di era transformasi digital, khususnya yang berdampak pada ketahanan ekonomi dan tata kelola siber di tingkat regional.
Sinergi Lintas Sektor dan Kehadiran Para Tokoh Kunci
Kegiatan ini dibuka secara resmi dan dihadiri oleh jajaran petinggi pemerintahan serta institusi negara, antara lain:
- Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P. (Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat)
- Dr. Sukardi, M.Pd. (Rektor Universitas Mataram)
- Nugroho Sulistyo Budi (Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia)
- Arisman (Dosen FEB UIN Jakarta & Direktur CSEAS)
Kolaborasi ini bertujuan untuk membangun sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi teknologi informasi (TI) guna memitigasi berbagai ancaman siber yang kian kompleks.
"Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis infrastruktur, melainkan pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial dan kelangsungan ekonomi di era modern. Keterlibatan lintas sektor, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, hingga fasilitas publik seperti rumah sakit, menjadi kunci utama dalam membangun resiliensi siber yang inklusif," ujar Dr. Arisman di sela-sela jalannya kegiatan.
Partisipasi Pengelola Infrastruktur Vital
Forum ini dihadiri oleh ratusan peserta strategis yang meliputi para kepala daerah, perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi NTB, serta para pengelola teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi dan rumah sakit. Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan kesadaran hukum siber, perlindungan data pribadi, perlindungan infrastruktur informasi vital, serta kesiapan penanganan insiden siber di lingkungan publik maupun privat.
Melalui keikutsertaan ini, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi nyata di luar koridor akademik menara gading. Integrasi antara perspektif ekonomi pembangunan dan ketahanan siber lintas sektor diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi penguatan daerah di Indonesia. (AC)
