Pesona Tari Lenggang Nyai Buka Yudisium FEB UIN Jakarta: Wujud Nyata Pelestarian Budaya Betawi
Pesona Tari Lenggang Nyai Buka Yudisium FEB UIN Jakarta: Wujud Nyata Pelestarian Budaya Betawi

Ciputat, 19 Mei 2026 – Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti Ruang Teater Lantai 2 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Selasa pagi, 19 Mei 2026. Acara Yudisium Calon Wisudawan Angkatan ke-140 FEB UIN Jakarta dibuka secara resmi dengan penampilan memukau Tari Lenggang Nyai, sebuah tarian tradisional khas Betawi yang dibawakan secara apik oleh para mahasiswi Program Studi Perbankan Syariah.

Tari Lenggang Nyai yang sarat akan makna filosofis ini berhasil mencuri perhatian seluruh hadirin, termasuk Dekan FEB Prof. Dr. Ibnu Qizam, SE., M.Si., Ak., CA., jajaran Wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta 101 calon wisudawan yang hadir. Gerakan dinamis dan lincah para penari yang dipadukan dengan busana bernuansa cerah khas Betawi memberikan suntikan energi positif sekaligus rona estetis sebelum memasuki prosesi inti yudisium yang sakral.

Secara historis, Tari Lenggang Nyai merupakan karya koreografi monumental dari seniman legendaris, Bagong Kussudiardja, yang terinspirasi dari kisah rakyat Betawi, Nyai Dasima. Tarian ini menggambarkan karakter perempuan Betawi yang cerdas, lincah, berani, dan tegas dalam mengambil keputusan hidup demi memperjuangkan kebebasan serta hak-haknya. Karakteristik inilah yang dinilai sangat relevan dengan semangat para calon wisudawan yang siap melangkah ke dunia profesional dan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Yudisium Angkatan ke-140, Dr. Ade Ananto, MM, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyertaan tari tradisional ini bukan sekadar hiburan seremonial, melainkan sebuah misi kebudayaan yang terintegrasi di lingkungan akademis.

"Penampilan Tari Lenggang Nyai oleh mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah kali ini adalah bagian dari komitmen nyata kami dalam pelestarian adat dan budaya Betawi, di mana kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini tumbuh dan berdiri. Sebagai lembaga pendidikan, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan lestari di dada generasi muda, khususnya para lulusan FEB," ujar Dr. Ade Ananto.

Lebih lanjut, Dr. Ade Ananto juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kerja keras seluruh komponen yang terlibat dalam menyukseskan acara ini. Secara khusus, beliau memberikan pujian tinggi kepada sinergi mahasiswa yang mengawal penampilan kebudayaan tersebut.

"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama dan dedikasi luar biasa dari semua pihak, terutama para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Perbankan Syariah. Berkat gotong royong dan semangat mereka, acara pembukaan yudisium ini berlangsung dengan sangat megah dan membanggakan," tambah Ade Ananto.

Acara Yudisium Angkatan ke-140 ini merupakan gerbang pelepasan bagi 101 lulusan FEB yang dijadwalkan akan melaksanakan wisuda universitas pada Minggu, 24 Mei 2026 mendatang di Auditorium Utama Harun Nasution. Pembukaan berbasis budaya ini menegaskan visi FEB UIN Jakarta yang tidak hanya mencetak intelektual unggul di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga melahirkan lulusan yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi dan identitas bangsa. (AC)

Tag :