Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Jakarta Gelar Studium General Dorong Akselerasi Ekonomi Syariah
TANGERANG SELATAN, 3 September 2026 – Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Bersama IAEI Komisariat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan kegiatan Studium General bertajuk "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkelanjutan melalui Ekonomi Syariah". Kegiatan ini berlangsung di ruang teater lantai 5 gedung FEB jalan Ibnu Sina.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si., dengan didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Sofyan Rizal, M.Si., Ketua Prodi Perbankan Syariah Yuke Rahmawati, Sekretaris Prodi Iva Laili, serta jajaran dosen FEB UIN Jakarta.
Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan narasumber. Beliau menekankan optimisme yang tinggi terhadap pertumbuhan pesat ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dekan menyampaikan bahwa sektor syariah terus menunjukkan kontribusi nyata sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai narasumber utama, hadir Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Assoc. Prof. Dr. Sutan Emir Hidayat, S.P., M.B.A., Ph.D. Dalam paparan materi, disampaikan gambaran komprehensif mengenai ekosistem ekonomi syariah di Indonesia:
- Penguatan Ekosistem Terintegrasi: Pembangunan ekonomi syariah dilakukan melalui pendekatan ekosistem menyeluruh mencakup keuangan komersial (perbankan syariah, pasar modal), keuangan sosial (zakat, infak, sedekah, dan wakaf), serta industri produk halal (makanan-minuman, modest fashion, pariwisata, hingga farmasi).
- Kinerja Aset Keuangan Syariah: Pada Triwulan I 2026, aset keuangan syariah nasional berhasil tumbuh 6,4% (yoy) hingga mencapai Rp10.662 Triliun. Angka ini ditopang oleh perbankan syariah sebesar Rp1.055 Triliun, pasar modal syariah Rp9.178 Triliun, dan IKNB Syariah Rp428 Triliun.
- Kontribusi Industri Halal: Sektor unggulan industri halal (Halal Value Chain) memberikan kontribusi signifikan sebesar 26,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada Q1 2026.
- Arah Kebijakan RPJMN 2025–2029: Ekonomi syariah ditargetkan menjadi salah satu pilar utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Strategi utamanya berfokus pada penguatan daya saing industri halal, ekspansi ekspor halal, penguatan peran keuangan syariah, integrasi dana sosial syariah (ZISWAF), serta pengembangan ekosistem pendukung berbasis digital dan SDM berkualitas.
“Kawan-kawan mahasiswa telah memilih program studi yang tepat. Dengan kuliah di kampus ini, kalian mempunyai peluang berkarir di industry perbankan dan keuangan tidak hanya yang syariah tapi juga di konvensional, berkarir di Lembaga keuangan sosial, LAZ, Lembaga wakaf, dan Kementerian keuangan, dan Kementerian lain yang juga berfokus pada ekonomi dan keuangan syariah”, ujar Sutan Emir yang juga Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) ini.
Kegiatan Studium General ini diharapkan dapat memperluas wawasan akademis para mahasiswa Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta agar siap menjadi SDM yang unggul dan berkontribusi langsung dalam industri keuangan syariah global. “Studium general ini diharapkan membuka wawasan akademik dan praktik mahasiswa khususnya mahasiswa program studi perbankan syariah langsung dari nara sumber yang kompeten”, ujar Yuke. Senada dengan Yuke, Ketua Komisariat IAEI Komisariat UIN Jakarta Sofyan Rizal menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan studium general ini. "Tentu saja kami berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan yang meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah terutama bagi mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta", ujar Sofyan Rizal.
Setelah sesi diskusi yang berlangsung interaktif, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto Bersama. (AC)
