Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Asesmen Lapangan Prodi Perbankan Syariah, Targetkan Akreditasi Unggul
Jakarta, 18 Februari 2026. Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, MA., PhD secara resmi membuka rangkaian acara Asesmen Lapangan (AL) untuk Program Studi Sarjana (S1) dan Doktor (S3) Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Kegiatan yang krusial bagi penjaminan mutu akademik ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa proses akreditasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan cerminan dari komitmen universitas dalam menjaga standar kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Beliau menyampaikan optimisme tinggi bahwa kedua program studi tersebut dapat meraih predikat Unggul.
"Kehadiran tim asesor adalah momentum bagi kami untuk memotret potret diri secara objektif. Dengan persiapan matang yang telah dilakukan oleh tim FEB, kami berharap hasil akhirnya adalah akreditasi Unggul, yang akan memperkuat posisi UIN Jakarta sebagai pusat keunggulan studi ekonomi dan perbankan syariah global," ujar Rektor.
Tim Asesor dan Jalannya Kegiatan
Proses asesmen lapangan ini dipandu oleh dua pakar di bidangnya yang bertindak sebagai tim asesor, yaitu Prof. Dr. Pupung Purnamasari, SE., M.Si. (Universitas Islam Bandung) dan Prof. Dr. Jamal Abdul Aziz, M.Ag. (UIN Purwokerto). Selama tiga hari ke depan, tim asesor akan melakukan verifikasi dokumen, peninjauan sarana prasarana, serta wawancara dengan pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di Ruang Meeting Lantai 2 FEB ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas dan universitas, di antaranya Dekan FEB, Prof. Dr. Ibnu Qizam, M.Si., Kepala Perpustakaan Utama, Ketua LPM, Ketua LP2M, Kepala Pustipanda, Para Wakil Dekan di lingkungan FEB, Kepala Bagian Tata Usaha, Para Ketua dan Sekretaris Program Studi S1 dan S3 Perbankan Syariah serta jajaran dosen dan staf akademika.
Dekan FEB, Prof. Ibnu Qizam, dalam laporannya menyatakan bahwa seluruh elemen fakultas telah bersinergi untuk menyajikan data dan fakta lapangan yang akurat sesuai dengan instrumen akreditasi yang berlaku. Ia berharap masukan dari para asesor dapat menjadi bahan evaluasi konstruktif untuk pengembangan prodi di masa depan.
Kegiatan ini diharapkan berjalan lancar hingga hari penutupan, dengan harapan besar bahwa status "Unggul" akan menjadi kado istimewa bagi sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di awal tahun 2026 ini. (AC)
