Renyah, 8 Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Dapatkan Kuliah Gratis Kewirausahaan dari Owner Ina Chips
Renyah, 8 Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Dapatkan Kuliah Gratis Kewirausahaan dari Owner Ina Chips

KOTA BATU, 25 Agustus 2026 — Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kota Malang 2026, sebanyak 8 mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah mendapatkan kesempatan istimewa menimba ilmu kewirausahaan secara langsung dari pelaku UMKM sukses. Berlokasi di sentra produksi Ina Chips Kota Batu pada Selasa (25/8/2026), para mahasiswa disuguhi "kuliah gratis" mengenai strategi membangun usaha kreatif berbasis kearifan lokal yang mampu bertahan dan berkembang pesat.

Kedelapan mahasiswa yang beruntung mengikuti kegiatan penimbaan ilmu lapangan ini adalah Naufal, Thariq, Zulfadhli, Amin, Aulia, Isnindiva, Meta, dan Assha. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran teori, melainkan ruang diskusi interaktif langsung bersama owner Ina Chips mengenai tantangan realitas bisnis di era modern.

Kehadiran para mahasiswa didampingi langsung oleh Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah, Dr. Mohammad Lutfi, M.Si, serta dua orang dosen pendamping prodi, yaitu Ady Cahyadi dan Tini Anggraeni. Pendampingan ini dilakukan guna memastikan bahwa materi kewirausahaan lapangan yang diserap mahasiswa selaras dengan kurikulum serta nilai-nilai ekonomi syariah yang diajarkan di bangku perkuliahan.

Usaha rumahan Ina Chips sendiri memiliki rekam jejak yang menginspirasi. Didirikan oleh pasangan suami istri, Joni dan Ina, sejak tahun 2017, usaha keripik ini merangkak dari skala kecil hingga kini menjelma menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas daerah. Berkat konsistensi kualitas dan manajemen usaha yang solid, Ina Chips saat ini telah memberdayakan dan memiliki 27 orang karyawan masyarakat lokal.

"Pengalaman belajar langsung dari Pak Joni dan Bu Ina memberikan gambaran nyata bagaimana nilai keuletan, keberkahan usaha, dan manajemen SDM yang humanis dapat membawa UMKM tumbuh berkelanjutan. Ini adalah implementasi nyata dari spirit MBKM," ujar Dr. Mohammad Lutfi, M.Si.

Melalui kegiatan MBKM 2026 ini, diharapkan para mahasiswa Ekonomi Syariah tidak hanya menguasai teori literasi keuangan dan kewirausahaan di atas kertas, tetapi juga terdorong untuk melahirkan inovasi bisnis berbasis Ekonomi Syariah yang mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di masa depan. (AC)