Sinergi Gerakkan Ekonomi Syariah: KSEI LiSEnSI UIN Jakarta dan KSEI KES Banten Sukses Gelar Studi Banding Bertajuk "Synergy"
Tangerang Selatan, 26 Mei 2026 – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan agenda Studi Banding bersama KSEI Kelompok Ekonomi Syariah (KES) UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Mengusung tema besar "Synergy (Strengthening Sharia Economic Generation)", acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Teater Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Pascasarjana, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sejalan dengan tema yang diangkat, pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat generasi muda penggiat ekonomi syariah melalui kolaborasi antar-mahasiswa. Acara ini menjadi wadah strategis untuk mempererat tali silaturahmi, bertukar pengalaman keorganisasian, serta menyinergikan program kerja yang inovatif untuk menghadapi tantangan ekonomi syariah di masa depan.

Rangkaian acara ini diisi dengan dua agenda utama yang interaktif, yakni Sesi Diskusi Organisasi dan Focus Group Discussion (FGD). Sesi Diskusi Organisasi difokuskan pada pemaparan struktur, kultur, dan inovasi program kerja dari masing-masing KSEI, yang sekaligus menjadi ruang saling belajar mengenai strategi manajerial organisasi yang efektif, kaderisasi, serta optimalisasi media kampanye literasi ekonomi Islam. Selanjutnya, melalui kegiatan FGD, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil (komisi) sesuai dengan departemen masing-masing untuk memfasilitasi pertukaran ide yang lebih mendalam mengenai riset, pengembangan sumber daya manusia (SDM), jaringan, dan kewirausahaan.
Turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap jalannya acara, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Asyari Hasan Ak CM. Dalam kesempatannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada perluasan jaringan dan pembangunan kapasitas. "Fakultas sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam membangun jejaring lintas kampus. Melalui studi banding ini, mahasiswa tidak hanya memperkaya pengetahuan dan tata kelola keorganisasian, tetapi juga mengasah jiwa kepemimpinan serta kolaborasi yang merupakan modal penting bagi generasi penggerak ekonomi syariah ke depan," tegas Dr. Asyari.
Ketua Umum KSEI LiSEnSI UIN Jakarta, Johan Luthfi Maulana, dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme delegasi dari Banten.
"Kehadiran rekan-rekan dari KSEI KES UIN Banten adalah sebuah kehormatan bagi kami. Melalui tema 'Synergy' ini, kami berharap studi banding bukan sekadar ajang pertukaran program kerja di atas kertas, melainkan titik awal kolaborasi riil antar-kampus dalam memperkuat generasi ekonomi syariah di masyarakat," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum KSEI KES UIN Banten, Muhammad Setiawan Budi, yang menekankan pentingnya sinergi lintas wilayah. "Diskusi dan FGD hari ini memberikan banyak insight baru bagi kami. Tantangan dakwah ekonomi Islam di Banten dan Jakarta tentu memiliki karakteristiknya masing-masing, namun melalui wadah seperti ini, kita bisa saling melengkapi dan menyatukan visi generasi muda," ungkapnya.
Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari kedua belah pihak, sesi foto bersama, serta komitmen untuk menindaklanjuti hasil FGD ke dalam bentuk kemitraan strategis antar-KSEI di tingkat regional maupun nasional. KSEI LiSEnSI UIN Jakarta dan KSEI KES UIN Banten berkomitmen untuk terus menjadi episentrum gagasan dan pergerakan mahasiswa yang progresif dalam mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi Islam di Indonesia.(ah)
