Sukses Besar! AICIF ke-14 Hadirkan 111 Paper dari 20 Kampus dan 6 Negara, Perkuat Kolaborasi Riset Ekonomi Syariah Global
Sukses Besar! AICIF ke-14 Hadirkan 111 Paper dari 20 Kampus dan 6 Negara, Perkuat Kolaborasi Riset Ekonomi Syariah Global

JAKARTA, 15 OKTOBER 2026 — Rangkaian The 14th ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF) yang sukses diselenggarakan di Jakarta oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi berakhir. Konferensi internasional bergengsi ini mencatatkan pencapaian gemilang dengan sukses mempresentasikan 111 karya ilmiah (paper) yang melibatkan 20 perguruan tinggi dari 6 negara, baik secara online maupun offline.

Konferensi tahunan ini menjadi wadah strategis bertemunya para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai belahan dunia untuk mendiskusikan masa depan ekonomi dan keuangan syariah global. Partisipasi luas ini datang dari berbagai institusi terkemuka di 6 negara, yaitu:

  • Indonesia (13 Kampus): UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Universitas Al-Ghifari, University of Cendekia Abditama, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Raden Intan Lampung, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), UIN Imam Bonjol Padang, Universitas Terbuka, dan Universitas Darunnajah.
  • Malaysia (3 Kampus): International Islamic University Malaysia (IIUM), Universiti Islam Antarabangsa Selangor (UIS), dan Universiti Utara Malaysia (UUM).
  • Brunei Darussalam (1 Kampus): Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA).
  • Filipina (1 Kampus): Mindanao State University.
  • Ghana (1 Kampus): University of Ghana Business School.
  • Singapura: Perwakilan lembaga dan peneliti independen.

Sorotan Lima Tema Besar Utama AICIF 2026

Selama sesi paralel (parallel sessions) yang berlangsung secara dinamis, ratusan riset yang dipresentasikan dikelompokkan ke dalam 5 (lima) pilar tema besar yang merefleksikan tantangan dan solusi kontemporer ekonomi Islam:

  1. Keuangan Berkelanjutan & Ekonomi Hijau (Green & Sustainable Finance):

Fokus pada instrumen Green Sukuk, Green Accounting, Green Banking, Blue Accounting, pelaporan ESG (Environmental, Social, and Governance), hingga pembiayaan sektor pertanian dan energi terbarukan.

  1. Inovasi Teknologi, AI, & FinTech Syariah:

Membahas integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan bisnis UMKM, penerapan blockchain smart contracts, adopsi Buy-Now-Pay-Later (BNPL) syariah, serta keamanan siber dan tata kelola peer-to-peer (P2P) lending syariah.

  1. Keuangan Sosial Syariah & Filantropi Islam:

Menyoroti penguatan tata kelola Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), optimalisasi wakaf uang/produktif (Cash Waqf Linked Deposit), kemitraan entitas sosial, hingga pemberdayaan ekonomi pesantren melalui gerakan Santripreneur.

  1. Tata Kelola, Regulasi, & Hukum Ekonomi Syariah:

Mengkaji isu-isu seputar Shariah Governance, deteksi dini kecurangan laporan keuangan (fraud), efisiensi audit, peran Pengadilan Syariah, serta analisis mendalam terhadap akad-akad dalam keuangan syariah.

  1. Makroekonomi, Pasar Modal, & Inklusi Keuangan:

Menelaah dampak ketidakpastian iklim dan risiko geopolitik global terhadap pergerakan saham/sukuk syariah, efektivitas kebijakan moneter dual-banking, inklusi keuangan Generasi Z, hingga analisis pasar tenaga kerja syariah.

Komitmen Keberlanjutan Kolaborasi Akademik

Kesuksesan penyelenggaraan AICIF ke-14 di Jakarta ini menegaskan komitmen kuat perguruan tinggi Islam di kawasan ASEAN dan global untuk terus memajukan kualitas riset berbasis nilai-nilai keislaman yang berdampak luas bagi masyarakat. Melalui forum ini, jejaring kerja sama antarlembaga riset internasional semakin erat terkonsolidasi guna melahirkan inovasi kebijakan dan solusi riil bagi perekonomian global. “Alhamdulillah, AICIF ke 14 telah kita laksanakan dengan sukses, menghadirkan tokoh terkemuka, diikuti banyak peserta dari 6 negara dan 20 kampus. Tentu kita berharap agar kegiatan ini tidak berhenti pada tatanan diskusi tapi juga dapat diimplementasikan dan berdampak bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah global. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini terutama para sponsor dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Syariah Nasional (BSN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aladin, dan Pegadaian Syariah, dan pihak-pihak lain yang telah membuat kegiatan AICIF ini sukses besar”, ujar Rahmawati, PhD ketua panitia.

Tentang ASEAN Universities International Conference on Islamic Finance (AICIF):

AICIF merupakan konsorsium perguruan tinggi Islam terkemuka di kawasan ASEAN yang secara rutin menyelenggarakan konferensi internasional guna memperkuat riset, pendidikan, dan pengembangan industri keuangan syariah. Kegiatan AICIF ke 14 yang diselenggarakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, hasil dari kolaborasi International Council of Islamic Finance Educators (ICIFE) dengan dukungan penuh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Syariah Nasional (BSN), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aladin, dan Pegadaian Syariah. (AC)

DSC_9622 (1)

Tag :