Terobosan Akademik: Menembus Batas Geografis lewat Sidang Skripsi Lintas Negara
Tangerang Selatan, 30 Juni 2026. Suasana ruang sidang utama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Selasa, 30 Juni 2026, tampak berbeda dari biasanya. Hari itu menjadi pembuktian nyata bagaimana teknologi mampu meruntuhkan sekat geografis demi menjaga mutu akademik berstandar internasional.
Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UIN Jakarta sukses menyelenggarakan sidang skripsi secara hybrid—sebuah kombinasi apik antara interaksi luring (tatap muka langsung) dan daring (online)—untuk menguji mahasiswa bernama Ahmad Ajwal Nawafil.
Di dalam ruang sidang yang tenang namun penuh konsentrasi, Ahmad Ajwal berdiri dengan percaya diri memaparkan hasil penelitiannya yang berbobot dan sangat relevan dengan dinamika pasar keuangan global saat ini, yang berjudul:
"Analisis Fenomena Flight to Safety, Ketidakpastian Ekonomi dan Politik, Harga Emas Spot dan Sentimen Investor Terhadap Volatilitas IHSG di Indonesia Tahun 2020-2024".
Sinergi Penguji di Ruang Sidang dan Pembimbing dari Malaysia
Jalannya persidangan dipimpin langsung oleh Arief Fitrijanto, yang bertindak sebagai Ketua Sidang sekaligus kapasitasnya sebagai Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan. Di sampingnya, duduk Rr. Tini Aggraeni selaku dosen penguji utama yang memberikan telaah kritis, pertanyaan mendalam, dan evaluasi objektif langsung di lokasi ujian.
Keunikan sidang ini terlihat pada layar monitor besar yang terpasang di ruangan. Dari seberang negara, tepatnya di Malaysia, Zuhairan, PhD menyimak dengan saksama jalannya ujian. Beliau adalah dosen dari University of Malaya, sebuah kampus terkemuka di Asia Tenggara, yang dalam kesempatan ini bertindak sebagai Dosen Pembimbing Ahmad Ajwal. Melalui platform konferensi video, Zuhairan, PhD terlibat aktif memberikan arahan, penilaian, serta pembelaan akademik bagi anak bimbingannya secara real-time.
Dukungan Penuh Fakultas terhadap Sistem Hybrid Modern
Inovasi sistem ujian ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari desain besar fakultas. Menanggapi keberhasilan jalannya sidang ini, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UIN Jakarta, Dr. Sofyan Rizal, M.Si., menegaskan bahwa pihak dekanat memang berkomitmen penuh dalam memfasilitasi dan mengintegrasikan model ujian hybrid seperti ini.
Menurut beliau, FEB selalu siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, baik dengan mengundang dosen pembimbing maupun penguji ahli dari kampus mitra ternama lainnya, baik yang berskala nasional maupun internasional seperti University of Malaya. Langkah ini dinilai sangat krusial tidak hanya untuk mempermudah birokrasi, tetapi terutama untuk mendongkrak bobot ilmiah serta kualitas riset yang dihasilkan oleh mahasiswa FEB UIN Jakarta.
Melalui pelaksanaan sidang skripsi Ahmad Ajwal Nawafil yang berjalan lancar ini, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mengirimkan pesan kuat: bahwa batasan jarak fisik tidak lagi menjadi penghalang bagi terciptanya iklim akademik yang kompetitif, modern, dan bervisi global. (AC)
